Skip to main content

biografi singkat EKA ARLIYAN JUNEDRIA


hari ini kita bicar tentang tokoh pendidikan satu ini  yang tentunya belum terkenal seperti ki hajar dewantara atau tokoh-tokoh lainnya yuk langsung kita simak.

NAMA : EKA ARLIYAN JUNEDRIA
NAMA PANGGILAN : ARLIYAN
HOBI : NONTON FILM
Beliau di lahirkan di tulang bawang 30 juni 1988 dari pasangan bapak KHAMBALI Dan Ibu SUYATNI, sulung dari tiga bersaudara ini di besarkan di daerah pedesaan yang tidak terlalu ramai di kampung Panca Tunggal Jaya, Kecamatan Penawar aji dulu Gedungaji di kabupaten tulang bawang

mulai mengajar tahun 2010 di salahsatu SMA di Kabupaten tulang bawang beliau menempuh pendidikan di SD Panca Tunggal jaya, Kecamatan Gedung Aji, sekarang berubah nama Kecamatan Penawar AJI,dkabupaten Tulangbawang.

Beliau melanjutkan sekolah SMP nya di SMP DARUL ULUM kabupaten Tulangbawang,dan SMA beliau meneruskan pendidikannya di SMA TRI SUKSES LAMPUNG SELATAN, dan melanjutkan studinya di UNIVERSITAS TERBUKA.

Salahsatu cita-cita  beliau yaitu ingin menjadi guru besar bidang ilmu hukum yang ingin merubah dunia hukum lebih memberi keadilan kepada masyarakat kecil. tentu hal ini sangat sulit di capai akan tetapi cita-cita adalah alat yang di gunakan untuk memotifasi diri. demikian biografi singkat ini ane sampein semoga bermanfaat.


Comments

Popular posts from this blog

Hak-hak yang diperoleh oleh Seorang tersangka/terdakwa

  Hak-hak apa saja yang diperoleh oleh tersangka/terdakwa? Implementasi Hak Asasi Manusia secara tersirat sebenarnya sudah diakui dalam KUHAP. Menurut ketentuan Pasal 117 ayat 1, “keterangan tersangka dan atau saksi kepada penyidik diberikan tanpa tekanan dari siapapun dan atau dalam bentuk apapun.” Artinya dengan adanya Pasal tersebut, pemeriksaan oleh penyidik untuk kepentingan penyidikan harus sesuai dan menghormati HAM. hak seorang tersangka dan keluarganya yang digeledah atau rumahnya digeledah yaitu: a. Berhak untuk menanyakan tanda pengenal penyidik yang akan melakukan penggeledahan. b. Berhak untuk menanyakan surat perintah penggeledahan. c. Berhak untuk mendapatkan penjelasan mengenai alasan penggeledahan. d. Berhak untuk menandatangani berita acara penggeledahan. e. Berhak untuk mendapatkan salinan berita acara f. Berhak untuk mendapatkan perlakuan yang manusiawi saat digeledah. g. Berhak untuk mencabut berita acara yang salinannya diberikan setelah lewat dua hari

CONTOH PERJANJIAN FORCE MAJEURE

   CONTOH PERJANJIAN  FORCE MAJEURE PERJANJIAN SEWA-MENYEWA No. 122/UD/sejahtera-tb/TB/iii/16   Yang bertanda tangan di bawah ini : 1.       Nama   ................................  Pekerjaan BURUH   Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama untuk diri sendiri berkedudukan di panca tunggal jaya selanjutnya disebut yang menyewakan; 2.       Nama ...........................   pekerjaan mahasiswa   Alamat Tulang Bawang dalam hal ini bertindak untuk diri sendiri, selanjutnya disebut penyewa; Dengan ini menerangkan bahwa pihak yang menyewakan adalah pemilik sah sebuah rumah yang terletak di jalan anggrek No. 17 Kota Unit 2 Tulang Bawang bermaksud menyewakan rumahnya kepada penyewa dan penyewa bersedia menyewa rumah tersebut dari pihak yang menyewakan berdasarkan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 (1)    Sewa rumah ditetapkan sebesar Rp. 50,000,000,- ( lima puluh juta ) untuk jangka waktu sewa 1 tahun terhitung sejak tanggal penandatanganan surat perjanji

Koneksi Antar Materi Modul 2.3 Calon Guru Penggerak

  Kesimpulan, Keterkaitan Materi dan Refleksi Pemahaman. Selama mempelajari modul 2 saya mendapatkan pengalaman belajar baru yang sangat luar biasa. Pada modul 2.1 Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi. saya lebih memahami pentingnya pembelajaran berdifferensiasi sebagai tuntunan yang masuk akal bagi peserta didik dengan keunikan potensinya. Selanjutnya di modul 2.2 saya belajar bagaimana membangun kecerdasan sosial emosional. Di modul 2.3 saya belajar bagaimana teknik coaching guna membangun komunikasi yang baik dengan orang lain. Hal yang paling berkesan bagi saya adalah saat kami, sesama rekan GCP, melakukan praktik coaching sebanyak 3 sesi (sebagai coach, coachee dan observer), yang merupakan tugas demonstrasi kontekstual modul 2.3. Meskipun speed saya cenderung lambat menunaikan tugas-tugas dalam membangun pemahaman saya terhadap materi, namun saya berkomitmen untuk menuntaskannya dan menyusun rencana implementasi melalui praktik bagi yang akan